Pada
suatu hari, hartawan yang serakah dan pembantunya pergi ke hutan berburu, mereka
melihat seekor harimau, pembantunya menasehati hartawan : “Tuanku, harimau ini
sangat gagah dan kuat, ini adalah seekor harimau yang ganas, cepat kita pergi
dari tempat ini!” hartawan sambil tertawa dengan angkuh melihat ke arah harimau
dan berkata :”Wah, harimau ini sungguh cantik dan gagah, kulitnya yang begitu
cantik tentu akan sangat berharga, kalian cepat pergi menangkapnya
hidup-hidup.” Para pembantu mendengar
perkataannya langsung ketakutan, seekor harimau yang sangat ganas, jika tidak
memakai panah memanahnya, menangkapnya dalam keadaan hidup-hidup adalah hal
mustahil yang hanya akan mengorbankan nyawa sendiri, para pembantunya membujuk
hartawan : “Tuanku, harimau yang begitu besar dan ganas kami tidak mungkin bisa
menangkapnya hidup-hidup, lebih bagus kita memakai panah memanahnya sampai
mati, bagaimana pendapat tuanku?”
Setelah mendengar perkataan para pembantunya, dengan tidak
sabar hartawan berkata :”yang saya mau adalah kulit harimau yang tanpa cacat,
bukan kulit harimau yang penuh dengan bekas panah, kalian mengerti tidak ?”
setelah berkata demikian dia meletakan alat panahnya dan sendirian pergi
ketempat harimau, begitu sampai dihadapan harimau langsung diterkam harimau,
para pembantunya melihat majikan mereka diterkam harimau, bermaksud menolong
majikannya dengan cara memanah harimau, tetapi, majikan mereka yang berada
dimulut harimau dengan panik berteriak :”kalian tidak boleh memanahnya! kulit
harimau yang tanpa cacat sangat mahal, jika kalian harus memanah, panah
mulutnya, jika tidak, saya tidak akan mengampuni kalian. Kalian dengar
baik-baik, jika siapa yang tidak patuh dengan perintah saya, membiarkan saya
kelihangan kesempatan menjadi kaya, saya pasti tidak akan mengampuni kalian.”
Para pembantu mendengar perkataan majikannya hanya bisa
memegang panah mereka tanpa berani memanah, pertama-tama mereka takut jika
memanah mati harimau, majikan mereka tentu akan menghukum mereka, dan yang
kedua adalah jika memanah mulut harimau kemungkinan akan memanah mati majikan
mereka dengan begitu mereka akan dipenjara karena memanah mati orang. Akhirnya,
para pembantunya hanya bisa memegang panah mereka dan melihat dengan
terperongoh majikan mereka dimakan oleh harimau, setelah itu mereka baru berani
memanah mati harimaunya.
Moral
manusia makin merosot sekarang ini banyak manusia yang serakah demi mengejar
harta, nama, jabatan, menggunakan berbagai jalan yang kotor dan tidak peduli
bahwa itu merupakan jebakan yang membawa dirinya selangkah demi selangkah
menuju ke jalan neraka, tetapi sampai matipun mereka tidak menyesal dan
bertobat, bukankah itu merupakan hal yang menyedihkan?
No comments:
Post a Comment