Mar 18, 2017

MELAWAN KANKER, MENGEJAR CITA - CITA

Cita-cita tak hanya untuk dituliskan, tetapi untuk diwujudkan. Inilah pesan moral yang disampaikan oleh sebuah film layar lebar yang dibuat dengan semangat berbagi. Lalu apa hubungannya antara cita-cita, film, dan perjuangan melawan kanker? Ada kesamaan antara para anak-anak cancer survivor ini dengan si pembuat film tersebut, mereka berjuang melalui sebuah proses yang berat dan melelahkan untuk mencapai mimpi mereka.

Rofifah Juniandar divonis menderita kanker tulang (Osteosarcoma). Ia didiagnosa sakit pada tahun 2008 diusia 11 tahun. awal sakit, Rofi selalu merasa pegal setiap malam, hingga kemudian kakinya di atas lutut sebelah kanan tersebut bengkak sebesar 30 cm. Pada saat diperiksa di rumah sakit rujukan, Rofi divonis terkena kanker tulang stadium II. Ia pun harus menjalani kemoterapi dan 7 kali operasi. Setelah 3 tahun hidup dengan penyakit itu, mau tak mau kakinya harus direlakan untuk diamputasi di bulan Juni 2011. Penuturan Rofi : “Rofi sudah siap diamputasi, karena sudah berat bawa kaki yang tidak bisa ditekuk, bosan operasi, Rofi ingin sembuh, Rofi kasihan pada mama karena harus membiayai pengobatan yang mahal”. Kesulitan keuangan untuk pembiayaan pengobatan Rofi, membuat ayahnya, Iskandar –yang hanyalah seorang buruh serabutan dan jadi tukang ojek, dan ibunya, Supriyatin, staf honorer Tata Usaha di SMA Negeri Panggaran, Lebak, lebih bekerja keras untuk mendapatkan uang. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Rofi dan ibunya mendapatkan bantuan dari YKAKI. Saat ini dokter bilang sel kankernya sudah membaik. Rofi sudah bisa kembali ke sekolah.

Adhi Hendrawan bocah berusia 11 tahun yang tampil menjadi tamu kedua Kick Andy adalah seorang survivor kanker. Dengan penuh perjuangan, ia berhasil melawan penyakit yang ia derita sejak usia 4 tahun. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Adhi menderita sakit Lymphoma Burkitt atau kanker kelenjar getah bening. Pada tenggorokan dan leher sebelah kirinya muncul sebuah benjolan yang membuatnya sulit bernafas. Selama dua tahun Adhi menjalani perawatan kemoterapi di sebuah rumah sakit. Kesulitan keuangan sempat menjadi kendala bagi keluarga Adhi. Ayahnya hanyalah seorang tenaga keamanan di sebuah perusahaan, berkat bantuan berbagai pihak, Adhi kini dapat menjalani aktifitas normalnya kembali. Dulu, akibat kanker yang dideritanya itu, Adhi sempat dijauhi oleh teman-temannya, karena teman-temannya menganggap bahwa penyakitnya menular.  Saat ini Adhi duduk di bangku kelas enam di sebuah sekolah dasar di wilayah Jakarta Pusat. Penyakit kanker yang sempat dideritanya ini, membuat Adhi kini harus lebih berhati-hati menjaga kesehatannya di masa depan.

“Cita-Citaku Setinggi Tanah” inilah karya film layar lebar pertama Eugene Pandji yang diproduksi dengan biaya sendiri. Proyek ini ia sebut sebagai CSR yang ia artikan sebagai Creative Social Responsiblity, sebuah proyek untuk berbagi. Keinginan untuk berbagi itulah ia wujudkan melalui berbagi ilmu dengan orang-orang yang belum pernah terlibat dalam pembuatan film. Sebagai bentuk kontribusi, seluruh kru dan pemain bersedia tidak dibayar. Termasuk salah satu pemain anak yang hadir menjadi tamu Kick Andy, Muhammad Syihab Imam Mustaqqin. Syihab  berperan sebagai Agus. Seorang anak "pengusaha" tahu bacem yang memiliki cita-cita sederhana, yaitu makan di restoran Padang. Sementara teman-temannya yang lain memiliki cita-cita setinggi langit, tetapi yang sebenarnya adalah representasi cita-cita orang tua masing-masing. Meski ini adalah pengalaman pertama Syihab berperan dalam film layar lebar, namun perannya sebagai sosok anak enerjik ini langsung membawa namanya sebagai aktor belia asal Desa Sabrang, Gunungpring, Muntilan-Jawa Tengah. Meski berbagai rintangan menghadang proses pembuatan film ini. Namun komitmen berbagi ini tak tanggung-tanggung Eugene lakukan secara total. Seratus persen penjualan film ini ia donasikan kepada anak-anak penderita kanker, melalui YKAKI, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Satu lagi nilai-nilai positif yang bisa didapat dari kisah Agus ini, bahwa rejeki tidak pernah pergi, ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali.

Ini adalah film layar lebar yang direkomendasikan Kick Andy bagi seluruh orangtua yang sadar bahwa tidak cukup anak-anak hanya memiliki cita-cita setinggi langit, tetapi hal terpenting adalah mereka bisa menghargai sebuah proses ketika memperjuangkan cita-cita itu, hingga nantinya bangsa ini akan melahirkan anak-anak yang berjiwa tangguh.


No comments:

Post a Comment

Bookmark and Share
Custom Search