Cita-cita tak hanya untuk dituliskan, tetapi
untuk diwujudkan. Inilah pesan moral yang disampaikan oleh sebuah film layar
lebar yang dibuat dengan semangat berbagi. Lalu apa hubungannya antara
cita-cita, film, dan perjuangan melawan kanker? Ada kesamaan antara para
anak-anak cancer survivor ini dengan si pembuat film tersebut, mereka berjuang
melalui sebuah proses yang berat dan melelahkan untuk mencapai mimpi mereka.
Rofifah Juniandar divonis menderita kanker
tulang (Osteosarcoma). Ia didiagnosa sakit pada tahun 2008 diusia 11 tahun.
awal sakit, Rofi selalu merasa pegal setiap malam, hingga kemudian kakinya di
atas lutut sebelah kanan tersebut bengkak sebesar 30 cm. Pada saat diperiksa di
rumah sakit rujukan, Rofi divonis terkena kanker tulang stadium II. Ia pun
harus menjalani kemoterapi dan 7 kali operasi. Setelah 3 tahun hidup dengan
penyakit itu, mau tak mau kakinya harus direlakan untuk diamputasi di bulan
Juni 2011. Penuturan Rofi : “Rofi sudah siap diamputasi, karena sudah berat
bawa kaki yang tidak bisa ditekuk, bosan operasi, Rofi ingin sembuh, Rofi
kasihan pada mama karena harus membiayai pengobatan yang mahal”. Kesulitan
keuangan untuk pembiayaan pengobatan Rofi, membuat ayahnya, Iskandar –yang
hanyalah seorang buruh serabutan dan jadi tukang ojek, dan ibunya, Supriyatin,
staf honorer Tata Usaha di SMA Negeri Panggaran, Lebak, lebih bekerja keras
untuk mendapatkan uang. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Rofi dan ibunya
mendapatkan bantuan dari YKAKI. Saat ini dokter bilang sel kankernya sudah
membaik. Rofi sudah bisa kembali ke sekolah.
Adhi Hendrawan bocah berusia 11 tahun yang
tampil menjadi tamu kedua Kick Andy adalah seorang survivor kanker. Dengan
penuh perjuangan, ia berhasil melawan penyakit yang ia derita sejak usia 4
tahun. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Adhi menderita sakit Lymphoma Burkitt
atau kanker kelenjar getah bening. Pada tenggorokan dan leher sebelah kirinya
muncul sebuah benjolan yang membuatnya sulit bernafas. Selama dua tahun Adhi
menjalani perawatan kemoterapi di sebuah rumah sakit. Kesulitan keuangan sempat
menjadi kendala bagi keluarga Adhi. Ayahnya hanyalah seorang tenaga keamanan di
sebuah perusahaan, berkat bantuan berbagai pihak, Adhi kini dapat menjalani
aktifitas normalnya kembali. Dulu, akibat kanker yang dideritanya itu, Adhi
sempat dijauhi oleh teman-temannya, karena teman-temannya menganggap bahwa
penyakitnya menular. Saat ini Adhi duduk
di bangku kelas enam di sebuah sekolah dasar di wilayah Jakarta Pusat. Penyakit
kanker yang sempat dideritanya ini, membuat Adhi kini harus lebih berhati-hati
menjaga kesehatannya di masa depan.
“Cita-Citaku Setinggi Tanah” inilah karya film
layar lebar pertama Eugene Pandji yang diproduksi dengan biaya sendiri. Proyek
ini ia sebut sebagai CSR yang ia artikan sebagai Creative Social Responsiblity,
sebuah proyek untuk berbagi. Keinginan untuk berbagi itulah ia wujudkan melalui
berbagi ilmu dengan orang-orang yang belum pernah terlibat dalam pembuatan
film. Sebagai bentuk kontribusi, seluruh kru dan pemain bersedia tidak dibayar.
Termasuk salah satu pemain anak yang hadir menjadi tamu Kick Andy, Muhammad
Syihab Imam Mustaqqin. Syihab berperan
sebagai Agus. Seorang anak "pengusaha" tahu bacem yang memiliki
cita-cita sederhana, yaitu makan di restoran Padang . Sementara teman-temannya yang lain
memiliki cita-cita setinggi langit, tetapi yang sebenarnya adalah representasi
cita-cita orang tua masing-masing. Meski ini adalah pengalaman pertama Syihab
berperan dalam film layar lebar, namun perannya sebagai sosok anak enerjik ini
langsung membawa namanya sebagai aktor belia asal Desa Sabrang, Gunungpring,
Muntilan-Jawa Tengah. Meski berbagai rintangan menghadang proses pembuatan film
ini. Namun komitmen berbagi ini tak tanggung-tanggung Eugene lakukan secara total. Seratus persen
penjualan film ini ia donasikan kepada anak-anak penderita kanker, melalui
YKAKI, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia . Satu lagi nilai-nilai
positif yang bisa didapat dari kisah Agus ini, bahwa rejeki tidak pernah pergi,
ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
Ini adalah film layar lebar yang
direkomendasikan Kick Andy bagi seluruh orangtua yang sadar bahwa tidak cukup anak-anak
hanya memiliki cita-cita setinggi langit, tetapi hal terpenting adalah mereka
bisa menghargai sebuah proses ketika memperjuangkan cita-cita itu, hingga
nantinya bangsa ini akan melahirkan anak-anak yang berjiwa tangguh.
No comments:
Post a Comment