Suatu ketika di jaman Cina kuno, seorang pemilik rumah gadai terkejut
ketika menemukan beberapa barang antik palsu yang telah diterima oleh
pegawainya sebagai barang asli. Tentu saja orang yang berhutang dengan
menggadaikan barang-barang palsu tersebut tidak akan pernah datang untuk
melunasi dan mengambil kembali barang-barang yang tidak bernilai itu.
Bekerja sama dengan aparat keamanan, secara diam-diam, di suatu malam
sekelompok polisi memindahkan beberapa barangnya termasuk barang-barang antik
palsu ke gudang lain. Keesokan paginya, para pegawai rumah gadai menemukan
tempat kerja mereka telah dirampok dan segera melaporkan ke pemilik rumah
gadai. Dengan tergopoh-gopoh dan memperlihatkan mimik yang terkejut dan cemas,
si pemilik rumah gadai segera memerintahkan para pegawainya untuk mengecek dan
membuat daftar inventaris yang hilang.
Daftar ini segera diumumkan dan ditempelkan di berbagai tempat. Dalam
pengumuman itu disebutkan juga barangsiapa yang memiliki tanda terima dapat
meminta ganti rugi jika barang-barangnya termasuk yang telah dicuri.
"Sungguh berita yang luar biasa menggembirakan !" pikir si penipu
setelah membaca pengumuman tersebut. "Tanpa disangka-sangka aku mendapat
keuntungan berlipat". Segera si penipu membawa tanda terimanya. Dengan
marah dan kasar, sambil memperlihatkan tanda terimanya, ia menuntut ganti rugi
sesuai dengan bunyi pengumuman yang telah ditempelkan. Penipu yang tidak pernah
menyangka akan tertipu oleh orang yang telah ditipunya itu, segera ditangkap.
Pepatah yang mengatakan, "Burung akan kehilangan nyawa mereka akibat
rakus, dan orang akibat serakah" adalah benar adanya. Jika seekor burung
liar didekati dengan jaring, ia akan menjadi waspada dan segera terbang
menjauh. Di lain pihak, jika ia dipikat dengan biji-bijian atau makanannya,
dalam kegirangannya ia tidak sadar sedang mendekati perangkap.
Keserakahan menjadi salah satu pendorong seseorang melakukan kejahatan.
Kesenangan terhadap hasil yang diperoleh dari perbuatan jahat akan mendorong
pelaku kejahatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahat lainnya mulai dari
yang kecil, sedang sampai besar. Oleh karena itu kenali dan kelolalah sifat
serakah yang ada dalam diri masing-masing. Jangan mengulang melakukan kejahatan
walaupun kecil karena akan membuahkan kebiasaan berbuat jahat, yang akhirnya
akan memerangkap dan menjerumuskan diri sendiri.
Demikianlah yang terjadi dengan si penipu yang karena keserakahannya,
mengulang kembali kejahatan penipuan yang sudah dilakukan. Si pemilik rumah
gadai, dengan pengetahuan dan kebijaksanaannya akan sifat orang yang serakah
dan si pelaku kejahatan, menggunakannya untuk memerangkap si penipu.
Penulis : Toni Yoyo, STP, MM, MT (toni_yoyo@yahoo.com)
No comments:
Post a Comment