Banyak orang ketika nyawanya akan berakhir,
baru menemukan dirinya masih memiliki banyak keinginan yang masih belum
terwujud, masih banyak perkataan yang belum sempat diucapkan. Ini merupakan
penyesalan yang paling besar dalam hidupnya.
Hanny, istri Yanto teman saya, paling senang
dengan bunga segar, tetapi dia merasa terlalu menghamburkan uang, sehingga
lebih baik membeli pada kesempatan tertentu saja. Uangnya lebih baik dihemat.
Suatu hari mendadak Hanny meninggal dunia, teman-temannya teringat semasa hidup
dia paling suka bunga segar, maka mereka membelikan banyak sekali bunga segar
untuk menghias makamnya.
Saat Tahun Baru Imlek atau hari raya lainnya,
orang Tionghoa memiliki adat kebiasaan bersembahyang bagi leluhur. Setiap kali
bersembahyang selalu terdapat bermacam jenis makanan lezat memadati meja
sembahyangan. Orang tua selalu mengatakan, “Makanan ini semuanya kesukaan kakek
dan nenek kalian.” Saya selalu diliputi pertanyaan, mengapa di saat mereka
masih hidup tidak membeli makanan tersebut, mengapa harus menunggu meninggal
dulu baru disajikan?
Mengapa tidak menggunakan kesempatan yang ada
sekarang ini untuk mewujudkan keinginan kita? Mengapa harus menunggu tidak bisa
jalan karena usia uzur, baru mengatakan ingin keliling dunia mewujudkan
impiannya? Mengapa harus, tunggu setelah saya lulus dari perguruan tinggi;
tunggu setelah saya membeli rumah; tunggu setelah anak saya yang paling bungsu
menikah; tunggu setelah bisnis saya
berhasil. Mengapa harus menunggu ini dan itu?
Materi berubah dan bintang bergeser, menunggu
hingga hari itu tiba, mungkin dunia ini juga sudah berubah pula. Bila harus
menunggu hingga hari itu tiba mungkin peristiwa ini sudah lewat dan keadaan
sudah berbeda. Bila menunggu hingga hari itu tiba, kemungkinan kita semua sudah
menjadi tua dan uzur, bila menunggu hingga hari itu tiba mungkin teman lama
telah tiada.... Masih mau menunggu hingga kapan lagi baru bisa mewujudkan
impian? Apakah kita mempunyai waktu begitu banyak untuk menanti?
Jangan menunggu lagi, ketika istri tercinta
Anda menyukai mawar merah. Segera belikanlah untuknya! Ketika ibu Anda ingin
makan yang dia sukai, maka segera belikan untuk ibu Anda. Ketika Anda mencintai
seseorang, maka secara tulus dan terbuka katakan kepadanya, “Saya mencintaimu.”
Kata-kata cinta semacam ini selamanya tidak
akan dirasakan terlalu berlebihan atau bila ada kata-kata yang tidak bisa Anda
utarakan, tulis saja di secarik kertas lalu letakkan di atas meja tulisnya,
atau di tempat yang dapat dilihatnya untuk menyatakan perasaan cinta atau rasa
terima kasih kepadanya. Lebih baik
memberikan sekuntum mawar kepada orang yang masih hidup daripada memberikan
karangan bunga mahal kepada orang yang telah meninggal, lebih baik memberikan
sepiring makanan lezat kepada orang yang masih hidup daripada menyediakan
semeja makanan sesaji kepada orang meninggal.
Nyawa setiap orang pasti ada akhirnya. Banyak
orang ketika nyawanya akan berakhir, baru menemukan bahwa dirinya masih banyak
keinginan yang belum terwujud, masih banyak perkataan yang belum sempat
diucapkan, yang sebenarnya merupakan penyesalan terbesar dalam hidupnya. Jangan
biarkan diri kita menyisakan penyesalan karena waktu sudah terlambat! Peganglah
kesempatan yang ada sekarang, Anda bisa membulatkan impian sekarang juga!
No comments:
Post a Comment