Oleh
karena di dunia ini ada sebagian orang yang senang menindas yang lemah tetapi
takut pada yang kuat, maka dari itu membuat orang-orang timbul semacam
kesalahpahaman, mengira bahwa dengan keras menanggulangi (melawan) yang keras
akan menunjukkan bahwa dia seorang yang pandai.
Sebenarnya
orang kuat yang benar-benar kuat akan menggunakan kelembutan untuk mengatasi
kekerasan, hal itu baru benar-benar menunjukkan dia adalah seorang yang bijak!
Di
dalam buku Lao Zi menjelaskan tentang “lemah lembut mengungguli keras hati”,
dikatakan bahwa:
“Di
dunia ini yang paling lemah lembut adalah air, yang keras dan kuat tidak selalu
bisa menang, jika posisi ini ditukar. Lemah bisa menjadi lebih kuat, lembut
bisa menjadi lebih keras, semua orang tidak ada yang tidak tahu, tidak semua
bisa melaksanakan.”
Lebih
lebih jika seseorang sedang berada pada posisi yang lemah dan dalam keadaan
yang tidak menguntungkan, ia hanya bisa menggunakan ‘memakai lembut
menanggulangi keras’ barulah ada jalan menuju kemenangan.
Hati
seseorang yang baik dan murni adalah semacam kekerasan dalam kelembutan, dia
bisa memenangkan segala kekuatan dan kekerasan apapun yang ada di dunia ini.
Di
suatu malam yang gelap gulita, seorang laki-kaki yang biasa merampas milik
orang lain sedang menguntit seorang wanita di sebuah stasiun metro. Dia
mengikuti wanita itu turun di sebuah stasiun kecil yang amat sepi.
Ketika
itu, malam sudah larut dan sepi, dia bersiap-siap melakukan kekerasan di daerah
itu. Dia bergegas melangkah melampaui wanita itu, tidak terduga wanita tersebut
mendadak membalikkan badan.
Dengan
nada yang amat tulus dan menaruh kepercayaan wanita itu mengutarakan permohonan
kepada dia, malam telah larut orang yang berlalu lalang sangat sedikit, seorang
wanita bila menempuh perjalanan seorang diri kurang aman, dia sangat senang
bisa bertemu lelaki itu di sini, dan memohon kepada lelaki itu untuk
mengantarkan dia sepanjang perjalanan.
Tingkah
laku dari wanita tersebut, membuat lelaki yang bersiap-siap merampas ini
seketika itu kehilangan akal, dan bingung, hanya menganggukkan kepala
menyanggupi.
Di
sepanjang perjalanan, wanita itu memperlakukan lelaki itu bagai teman yang
sudah lama dikenal dan berbincang-bincang dengan akrabnya, sama sekali tidak
ada maksud menganggap lelaki itu sebagai orang jahat apalagi menaruh waspada
terhadap dia. Hal tersebut telah membuat lelaki yang sebenarnya ingin melakukan
kejahatan terhadap wanita tersebut, tanpa disadari telah mengantar wanita
tersebut hingga di depan pintu rumahnya, dan dari awal hingga akhir tidak
melakukan suatu tindakan apapun yang asusila.
Setelah
kejadian itu, lelaki tersebut mengingat kembali dan berkata, dia sebenarnya
ingin melakukan kekerasan terhadap wanita tersebut, akan tetapi gerak-gerik
tingkah laku yang baik dan tulus dari wanita ini, telah membuat sifat
kemanusiaan yang terpendam di dalam hatinya itu tergugah dan membuat dia telah
membatalkan semua niat jahatnya.
Wanita
tersebut dalam situasi yang genting telah menunjukkan hati yang tulus dan baik,
telah menggugah sisi kebaikan dari sifat kemanusiaan pria itu, juga di dalam
situasi yang sangat sulit telah menolong diri dia sendiri.
Cara
yang digunakan wanita itu adalah mengunakan lembut menanggulangi keras untuk
mengubah lelaki itu, sehingga membuat dirinya terhindar dari bencana.
Untuk
membawa diri dalam masyarakat lebih dibutuhkan kemahiran menggunakan kelembutan
untuk menaklukkan kekerasan.
Kebanyakan
orang yang bersikap keras, perasaan hatinya mudah tersentuh maka akan sangat
mudah membuat orang menjadi kehilangan akal budi, hanya berdasarkan emosional
sesaat ia telah memutuskan melakukan atau tidak melakukan suatu hal, ini
merupakan ciri-ciri khas dari orang yang sifatnya keras, kebetulan juga
merupakan titik kelemahan yang mematikan.
Sebongkah
batu besar jika jatuh di atas setumpuk kapas, maka bisa dengan mudah terbungkus
oleh kapas. Bila memakai kekerasan untuk menaklukkan kekerasan maka
kedua-duanya akan menderita kerugian.
No comments:
Post a Comment