Sore hari ketika waktu istirahat usai rapat,
saya mengobrol dengan Jefry, tentang usaha kerasnya dalam menyelesaikan tugas
sekolahnya.
Tujuh hari lagi Jefry harus menyerahkan
tugasnya, tetapi hingga sekarang dia selalu saja melakukan kesibukan lain.
Sebelumnya beberapa kali laporan yang diserahkan Jefry juga amburadul. Sampul
depan laporan itu dibuat sangat apik, tetapi isinya tidak ada waktu untuk
diteliti kembali. Saat itu yang bertanggung jawab menilai laporan tugasnya
adalah seorang guru dari Inggris, yang sungguh-sungguh dan serius.
Setelah melihat laporan Jefry, guru
memanggilnya ke kantor untuk diajak berbicara. Guru itu bertanya apakah Jefry
berusaha keras menyelesaikan tugasnya siang malam tiada henti, karena dia
menemukan ada banyak kesalahan kata dalam laporan tersebut, misalnya kata
“report” ditulis menjadi “repoort”.
Jefry menjawab dengan sejujurnya, dia bilang
laporannya dia selesaikan dalam waktu tujuh hari dengan waktu tidur yang minim.
Mendengar jawaban Jefry, guru itu tertawa.
Jefry berkata setiap kali bagian luar
laporannya terlihat indah, tetapi dia menyadari bahwa hal tersebut bukan hal
utama, kesalahan kata yang ada di dalam laporannya mudah ditemukan orang. Jefry
orangnya sangat lapang dada, juga terbiasa mawas diri, maka dia bisa menghadapi
kekurangan dirinya dengan humor. Saya menyemangatinya dengan mengatakan
tindakan itu bagus sekali.
Jefry pun tertawa, dia menjelaskan walaupun
telah mendapatkan pelajaran namun masih tidak bisa memperbaiki kesalahan,
misalkan laporan tugas kali ini menuntut harus menggunakan kurang lebih sepuluh
ribu kata, namun hingga saat ini dia baru menulis kurang dari seribu kata. Saya
menasihatinya, harus bertahap, jika tergesa-gesa malah tidak tercapai. Hanya
menyelesaikan setiap langkah dengan teliti, baru bisa menjamin kualitas
laporannya.
Bagaimana moralitas dan karakter seseorang,
sepertinya bisa dinilai dari segala hal yang dia lakukan, baik itu dari ucapan,
perbuatan atau laporan yang dia tuliskan. Kebanyakan ketenaran nama seseorang
itu bukan berasal dari propaganda yang sembarangan. Mengandalkan kekuasaan
palsu untuk menekan orang lain, hanya bisa menipu orang dalam waktu sesaat,
tidak bisa menipu orang untuk selamanya. Sedangkan hal kecil bisa mencerminkan
sikap keseriusan kita dalam menghadapi segala hal, maka hal ini merupakan
gambaran yang paling hidup dari perangai seseorang.
Di dunia ini banyak sekali gejala yang namanya
tidak sesuai dengan kenyataan, yang bisa kita lakukan di sini hanyalah jangan
sampai terasimilasi oleh tindakan itu. Biarpun arus lintang yang mengalir di
samping tubuh kita ini merusak sedahsyat apapun, bila kita bisa mempertahankan
kemurnian diri sendiri, tidak terkontaminasi walau berada di dalam lumpur yang
kotor maka hal ini sudah termasuk patut dipuji.
Di dalam arus manusia yang hiruk-pikuk,
kita tidak perlu menuntut nama baik di
hadapan orang banyak, hanya melangkah dengan mantap dalam menghadapi urusan
besar maupun kecil di dalam kehidupan ini. Mungkin, semakin tidak diketahui
umum, semakin mendapatkan kehormatan dari orang lain.
No comments:
Post a Comment