Apr 29, 2017

PEREMPUAN IDAMAN

Setelah lulus sekolah tanpa hambatan apa pun saya mulai bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi yang stabil. Pribadi yang ramah dan humoris membuat banyak rekan kerja yang berebut untuk menjodohkan saya. Mereka sering bertanya, perempuan seperti apa yang menjadi idaman saya.

Saya sering memperhatikan sesama rekan kerja di kantor. Wajah mereka terlihat cantik dengan dandanan yang sesuai, bertubuh langsing, bertutur kata sopan, mereka seharusnya merupakan perempuan idaman bagi kaum adam! Tapi saya tidak memiliki perasaan yang khusus terhadap mereka. Bukan karena tidak menyukai perempuan cantik, tapi saya lebih menyukai seseorang yang dapat membuat saya merasa nyaman, dan menjadi diri sendiri, seperti adik tetangga saya yang polos dan lugu.

Perempuan idaman saya tidak harus cantik dan berkulit putih mulus, juga tidak harus memiliki tubuh sempurna bak model. Namun saya tetap berharap dia memiliki suara yang merdu, tawa yang ceria, berkepribadian mandiri, ditambah dengan hati yang lembut dan rendah hati.

Mungkin dia akan kebingungan dalam mengenali jalan, mungkin dia  tidak cerdik dalam menghadapi berbagai konflik, tetapi saya berharap dia dapat memahami orang lain dan suka menolong. Mungkin ia tidak begitu tanggap akan dunia mode, tidak begitu modis, juga tidak pandai berdandan, tapi semua itu tidak penting, karena saya lebih berharap, dia tetap memiliki sifat baik dan jujur. Meskipun dia tidak dapat melakukan segala hal dengan baik, tapi terkadang, suatu kesalahan yang tidak berarti akan membuat saya merasa dia adalah seseorang yang dapat membuat saya tersentuh dan ingin  melin-dunginya.

Saat saya melihat banyak perempuan yang ingin memiliki suami dengan penghasilan tinggi, saya berharap kelak perempuan idaman saya dapat memahami bahwa nilai-nilai diri saya yang sesungguhnya bukan terletak pada gaji saya. Tentu dia memahami pentingnya uang, tapi dia akan lebih memahami arti penting kehidupan.

Jika suatu hari saya melepaskan pekerjaan bergaji tinggi demi mengejar idealisme saya, saya berharap dia dapat memberikan dukungan penuh pada saya dan bergandengan tangan menapaki hidup yang saya inginkan, dan bukan memperlakukan saya sebagai mesin pengumpul uang.

Tentu saja, mungkin saya akan mengalami suatu masalah dalam hidup. Saya berharap  dia akan lebih memahami saya daripada siapa pun. Tidak perlu mempertanyakan dan tidak perlu mengkhawatirkan saya.

Saya berharap ia akan memeluk saya dengan hangat dan segala kelembutannya, saya ingin dia memberikan semangat agar saya dapat mengatasi setiap masalah. Di saat bahagia, dia rendah hati dan tidak manja, di saat susah, dia tidak meninggalkan saya. Meskipun tidak ada pesta pernikahan yang mewah dan cincin berlian, dia tetap rela menemani dan menggengam tangan saya.


Begitu banyak persyaratan yang mungkin terdengar menakutkan tentang perempuan di dunia. Namun saya tidak akan menyerah, saya yakin suatu hari nanti saya pasti akan menemukan seseorang seperti harapan saya.

No comments:

Post a Comment

Bookmark and Share
Custom Search