Zaman
dahulu, ada seorang yang sangat kaya raya. Ia memiliki dua orang putera yang
IQ-nya telur bebek alias sangat bodoh. Namun, dimata orang kaya tersebut, kedua
puteranya sangat cerdas dan lincah. Tak henti-hentinya orang kaya itu memuji
kedua anaknya. Pada suatu hari, seorang teman dari jauh datang berkunjung ke
rumahnya. Saat berbincang-bincang, temannya berkata: “Menurut pengamatan saya,
penampilan kedua putra Anda cukup baik, namun sepertinya kemampuan berpikirnya
kurang ! Nanti saat Anda tua, bagaimana mereka dapat memikul tanggung-jawab
untuk mengurus usaha Anda ?“
Mendengar
ini, si orang kaya berkata dengan tidak senang, “Setiap orang yang melihat anak
saya, pasti memuji mereka cerdas. Hanya Anda yang mengatakan sebaliknya! Menyebalkan
sekali !” Spontan, temannya berkata, “Jangan marah dulu, bagaimana kalau kita
buktikan sendiri ?“
“Boleh
!“ sahut si orang kaya. “Emas asli tidak takut dengan api, apa yang tidak bisa
diuji ?“ Ia menyuruh pelayan memanggil kedua anaknya ke ruang tamu. Orang kaya
itu bertanya kepada kedua putranya, “Coba kalian beritahu paman ini, dari mana
beras putih berasal ?“ Putranya yang sulung tertawa dan berkata : “Begitu
mudah, siapa yang tidak tahu kalo beras putih itu datangnya dari dapur ?“
Mendengar ini, si orang kaya mengerutkan alisnya dan bertanya pada putra
keduanya: “Bagaimana menurut kamu Putra bungsunya mengedipkan mata dan berkata:
“Beras putih itu kita dapatkan dari karung beras !“
Mendengar
semua itu, wajah si orang kaya menjadi merah padam dan ia memaki, “Bodoh ! Saya
sudah sering memberitahu kalian, kalau tidak tahu sesuatu, tanyalah kepada
saya, mana boleh kalian bicara sembarangan seperti itu. Dengar baik-baik !
Beras putih bukan berasal dari dapur atau karung beras, melainkan berasal dari
gudang kita! Mengerti ?!?“
Pesan:
Ada sebagian orang yang tidak
pernah terlibat dalam bisnis networking, namun senang membicarakannya hanya
berdasarkan pengalaman masa lalu. Mereka hanya mengetahui sedikit mengenai
usaha ini dan tidak mempunyai pengalaman di lapangan, tetapi senang
membesar-besarkannya bahkan kadang kala dibuat-buat. Tidak mengerti berlagak
mengerti, akhinya menjadi bahan tertawaan semua orang. Untuk hal-hal yang baru,
bila kita tidak memahaminya, kita harus belajar dengan rendah hati. Jangan
merasa malu untuk bertanya. karena hal itu hanya akan merugikan Anda.
“Kepiting tidak mungkin mengajar anak-anaknya berjalan depan, karena ia
sendiri hanya bisa melangkah ke kiri dan kanan saja. Maka tanyalah orang yang
tepat, akan dapat jawaban yang tepat.” - Andrew Ho
“Berpikir adalah pekerjaan terberat yang ada, yang mungkin menjadi alasan
mengapa hanya sedikit yang mau melakukannya.”- Henry Ford
“Otak yang tidak digunakan akan berkarat. Otak yang digunakan merespon. “
- Thomas Alfa Edison
“Memiliki satu otak yang baik tidak cukup, harus selalu memakainya.” -
Rene Descartes
No comments:
Post a Comment