Jul 30, 2013

MENJALANI HIDUP DENGAN SEPENUH HATI



Kemarin saya telah membuat janji dengan seorang teman baik untuk meliput sebuah perusahaan. Karena pemilik perusahaan tiba-tiba berhalangan, sehingga mendadak memberitahu perubahan tanggal, sehingga tidak memuaskan temanku. Sekali pun dia bertubuh kecil, bila sedang marah kelihatannya tidak akan ada orang yang mampu menahannya. Saya yang di samping mencoba mendinginkan emosinya, juga harus menahan senyum.

Namun setelah dipikir-pikir lagi, karena sudah sampai di daerah ini, tidak ada buruknya memanfaatkan kesempatan ini untuk membagikan materi fakta, sama dengan menyempatkan diri sejenak dalam kesibukan padat untuk melakukan pekerjaan yang ingin dikerjakan. Di jalan, melihat banyak orang berlalu lalang, mereka mengobrol dan bersenda gurau menikmati hidup, melewati waktu dengan tanpa beban. Mengenang jalan hidup yang saya tempuh sendiri, setiap hari seolah terdapat pekerjaan yang tiada habisnya, tak terhindarkan terbersit perasaan sedih.

Dalam bekerja, sering kali timbul banyak keterikatan hati, sulit untuk dapat melepaskan diri dari belenggu nama dan keuntungan secara keseluruhan. Namun saat menginterospeksi, satu hal yang dapat menghibur adalah saya masih dapat ikut melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dipikir secara cermat, berbagai hal dalam bekerja agar manusia dapat saling berhubungan, berkesempatan menemukan kekurangan. Apabila liputan kali ini berjalan sesuai rencana, mungkin akan sulit mempunyai kesempatan untuk menyadari kehidupan, hal ini juga dapat disebut sebagai mendapat berkah dalam musibah.

Manusia adalah sedemikian kecil, bagaikan debu yang tak berarti. Datang ke dunia bagaikan menginap di hotel, esok hari sudah akan angkat kaki, setelah itu akan ke mana? Bagaimana takdir di kemudian hari, siapa gerangan yang dapat mengetahuinya? Terlebih lagi tidaklah semestinya mengatakan sampai berjumpa lagi di kemudian hari. Kehidupan adalah sedemikian mendesak waktunya, bagaimanakah kita boleh membiarkannya berlalu begitu saja!

Nama besar, keuntungan dan kekuasaan di dunia fana ini hanyalah seperti awan dan asap yang lewat, tidaklah perlu begitu diperhatikan, lebih baik mengikuti suratan takdir. Asal segalanya dilakukan sepenuh hati, mungkin akhirnya akan menemukan bahwa di dunia ini masih ada yang layak kita sayangi dan genggam. Di tengah kesibukan hidup yang sangat padat, kita cari sebuah hati yang damai, mengembalikannya pada kesederhanaan. Saya pikir ini juga merupakan pelajaran yang diberikan Tuhan dalam hidup saya! 

No comments:

Post a Comment

Bookmark and Share
Custom Search